ACEH UTARA | Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad menyatakan salah satu penyebab kemiskinan di kabupaten itu karena minimnya lapangan kerja. Sehingga, sebagian masyarakat bekerja di sektor informal dan bertani.

Dampaknya, pekerjaan informal misalnya usaha kecil dan menengah dengan modal kecil. Karena itu pula, sambung Cek Mad, Pemerintah Aceh Utara mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di kabupaten itu.

“Industri kita tidak tumbuh pesat. Maka, kita galakan industri kreatif. Salah satunya even Festival Piyoh di Lhoksukon itu. Selama festival banyangkan nilai uang yang berputar di area itu, puluhan UMKM ikut menikmati hasilnya atas kunjungan masyarakat ke even itu,” sebut Cek Mad.

Industri kreatif sambung Cek Mad cocok dikembangkan di kabupaten itu. 60 persen penduduk Aceh Utara kaum milineal. Sehingga, industri kreatif diharapkan tumbuh.

“Kita punya kerjasama jangka panjang dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI. Sekarang nomenklaturnya masuk ke Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif. Itu cara kita merangsang pertumbuhan ekonomi berbasis industri kecil dan teknologi,” katanya.

Selain itu, kemiskinan bukan disebabkan karena masyarakat malas. Namun karena minimnya lapangan kerja formal. “Yang ditafsir pekerjaan itu kan kantoran, PNS, karyawan swasta dan lain sebagainya. Perubahan pola pikir kita dorong agar kita fokus ke sektor kecil dan menengah, namun pertumbuhan uangnya besar di sana. Ini kebijakan jangka panjang kita, sehingga bisa mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya.

Kabag Humas Setdakab Aceh Utara
TTD
Andree Prayuda, S.STP, MAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.