Aceh Utara – Seluruh gampong di Kabupaten Aceh Utara diharapkan telah selesaikan merumuskan qanun gampong tentang adat dan reusam dalam tahun 2020 ini. Jika telah selesai dirumuskan, maka segera ditetapkan dan diberlakukan sebagai payung hukum di tengah-tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf dalam arahannya saat membuka kegiatan Legal Drafting Training (Pelatihan Perancangan Qanun) bagi santri se-Aceh Utara digelar oleh Harakah Thalabah Aceh Utara (Hathar) di Gedung Pang Lateh Lhoksukon, Sabtu, 7 Maret 2020.
Kata Fauzi Yusuf, Pemkab Aceh Utara sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan Legal Drafting Tarining yang dilaksanakan oleh Hathar bagi kalangan santri. “Hathar telah mengambil kesempatan untuk membantu Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam program perumusan qanun gampong,” ungkapnya.


Menurut Fauzi, adanya Qanun Aceh Utara Nomor 4 Tahun 2009 menjadi payung hukum yang kuat untuk perumusan qanun gampong di daerah ini. Oleh karena itu, setiap gampong dapat segera menyusun atau merumuskan qanun gampong, terutama terkait dengan pelaksanaan adat dan reusam. “Kami harap di tahun 2020 ini keseluruhan gampong sudah memiliki qanun gampong,” harapnya.
Selanjutnya, kata Fauzi, pada tahun 2021 nantinya diharapkan sudah terbentuk pula Satgas Pageu Gampong yang berfungsi sebagai satuan penegak qanun gampong. Jumlah personel Satgas ini per gampong sebanyak 10 orang, mereka diberikan jerih (honorarium) yang diplot dari dana desa untuk membantu aparatur gampong.
“Desa sudah kita suruh anggarkan untuk tim perumusan qanun di gampong dari tim-tim ahli hukum, baik agama, adat maupun resam,” tegas Fauzi Yusuf.


Di akhir arahannya, Fauzi kembali menegaskan harapan Pemkab Aceh Utara agar pada akhir tahun 2020 ini seluruh gampong telah selesai merumuskan qanun gampong.
Pembukaan Pelatihan Perumusan Qanun bagi sanri se-Aceh Utara turut dihadiri oleh para pejabat unsur Forkopimda Aceh Utara, para pimpinan Ormas keagamaan, para pimpinan dayah/pesantren se-Aceh Utara, para pimpinan organisasi santri, tokoh agama, dan sejumlah aktivis hukum.
Rais ‘Aam Harakah Thalabah Aceh Utara (Hathar) Tgk Zulfirman, SPd, mengatakan kegiatan itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan wawasan hukum bagi para santri, khususnya dalam merumuskan qanun-qanun yang bermuatan syariat Islam. Dari sini juga diharapkan nantinya para santri dapat membantu aparatur gampong dalam merumuskan qanun-qanun gampong, sebagaimana juga harapan Pemkab Aceh Utara.

Kabag Humas Setdakab Aceh Utara
TTD
Andree Prayuda, S.STP, MAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.